Monday, 5 December 2011
Cara Asuh anak Balita 1 - 3 Tahun
Salah satu indikasi jika anak sehat adalah melalui keterampilan motorik dan keterampilan sensorik. Keterampilan motorik adalah kegiatan fisik dan keterampilan sensorik indranya. Selama fase ini, berjalan dan gerakan yang diprakarsai sendiri menjadi mudah. Satu hal yang sangat frustasi dalam mengasuh anak balita adalah potty training. Ini adalah fakta tertentu tentang toilet training. Pelatihan toilet adalah salah satu tugas yang paling penting dari balita dan pematangan fisik harus dicapai sebelum pelatihan adalah mungkin, juga pendekatan dan sikap orang tua memainkan peran penting. Kontrol usus berkembang sebelum kontrol kandung kemih. Ingat, usus siang hari dan kontrol kandung kemih dicapai selama tahun usia 2 dan kontrol malam hari dengan 3-4 tahun usia, jika tugas ini tidak dilakukan oleh anak itu, pergi ke dokter anak Anda untuk meminta nasihat.
Anak-anak memiliki perbedaan individu, beberapa dapat bicara lebih dulu sebelum berjalan dan sebaliknya tetapi ketika datang ke potty training di sini adalah beberapa tanda-tanda bahwa anak Anda secara psikologis siap untuk menggunakan toilet, anak dapat tetap kering selama dua jam dan bangun dari tidur siang kering, dia bisa duduk, jongkok, berjalan dan menghapus pakaian sendiri, ia mengakui keinginan untuk buang air besar atau buang air kecil dan akhirnya anak mengungkapkan keinginan untuk menyenangkan orangtua. Satu catatan penting, pendekatan otoriter selama pelatihan toilet bisa membuat anak Anda individu obsesif-kompulsif di kemudian hari dan keringanan hukuman terlalu banyak dapat mengubah dia ke anti-sosial, jadi pastikan untuk melatih anak Anda di suatu tempat di wilayah abu-abu.
Dalam pengasuhan anak, aspek sosial anak harus diberikan penting. Ambil tua catatan, selama tahun-tahun balita anak bermain bersama anak-anak lain tetapi tidak w / sama lain-ini adalah apa yang Anda sebut paralel bermain dan memainkan sebagian besar bebas dan spontan, tidak ada aturan atau peraturan. Dan tentu saja, kita semua melihat bahwa rentang perhatian masih sangat pendek dan perubahan mainan terjadi pada interval yang sering. Dalam memahami ketakutan orangtua balita sangat penting dan begitu juga penanganan aspek komunikasi. Salah satu ketakutan terbesar balita adalah kecemasan pemisahan, yang lain adalah suara keras seperti vacuum cleaner atau kebakaran bekerja, tidur juga dapat menakut-nakuti kebanyakan balita.
Dukungan emosional, kenyamanan, dan penjelasan yang sederhana dapat membantu menghilangkan ketakutan balita. Dalam setiap hal kejadian stres, kehadiran orang tua atau orang tua dapat membantu anak itu. Tentu saja, orangtua balita tidak lengkap tanpa membahas keselamatan anak. Sejak balita penjelajah besar, pengawasan ketat adalah suatu keharusan. Jangan pernah meninggalkan anak sendirian di bak mandi atau di kolam renang, pastikan untuk tidak memiliki obat-obatan dan produk rumah tangga beracun tergeletak di sekitar rumah. Dan dalam setiap peristiwa keracunan, memiliki botol ipecac hadir pada setiap saat dan memanggil otoritas yang tepat untuk bantuan segera.
Mengasuh balita harus tahu bahwa selama tahap ini menurut Erickson, master seorang psikolog-ini adalah tahap di mana anak ingin mengembangkan kemandirian dan otonomi tetapi jika mereka berpegang pada bantal favorit mereka atau selimut, itu normal, karena kedua untuk berpegangan pada orang tua mereka, balita berpegang pada hal-hal yang akrab ketika mereka stres. Mengasuh balita ini tidak sesulit hanya memiliki bantal favorit berguna dalam keadaan darurat.
Pemberian Vaksin Terhadap Anak
Vaksinasi adalah pemberian vaksin kedalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut.
Vaksin bekerja dengan mempersiapkan tubuh anak anda untuk memerangi penyakit. Setiap suntikan imunisasi yang diberikan mengandung kuman mati atau yang dilemahkan, atau bagian darinya, yang menyebabkan penyakit tertentu. Tubuh anak anda akan dilatih untuk memerangi penyakit dengan membuat antibodi yang mengenali bagian-bagian kuman secara spesifik. Kemudian akan timbul respon tubuh yang menetap atau dalam jangka panjang. Jadi, ketika anak terpapar pada penyakit yang sebenarnya, antibodi telah siap pada tempatnya dan tubuh tahu cara memeranginya sehingga anak tidak jatuh sakit. Inilah yang disebut sebagai imunitas (ketahanan tubuh terhadap penyakit tertentu).
Tetapi akhir-akhir ini semakin banyak beredar mitos dikalangan masyarakat tentang dampak buruk vaksinasi bagi kesehatan buah hati kita. Benarkah demikian? Berikut beberapa fakta
Fakta : Pemberian vaksin di masa anak-anak memberikan perlindungan lebih dari berbagai penyakit yang sangat serius, seperti difteri, campak, meningitis, polio, tetanus dan batuk rejan. Jika buah hati anda terserang penyakit tersebut tetapi tidak berdampak buruk atau bahkan tidak mengalami penyakit tersebut setelah pemberian vaksinasi, itu pertanda vaksin tersebut telah bekerja dengan baik. Akan tetapi jika tingkat imun anak anda sedang drop saat vaksinasi, maka penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, justru akan menjadi ancaman bagi kesehatan buah hati anda.
Mitos : Efek samping vaksin sangat berbahaya
Fakta : Ada beberapa jenis vaksin yang dapat menyebabkan efek samping. Biasanya efek samping yang ditimbulkan berupa demam ringan, nyeri, kemerahan dan bengkak di tempat suntikan. Tapi ada beberapa vaksin juga yang bisa menyebabkan sakit kepala, pusing, lelah, dan kehilangan nafsu makan. Bahkan ada beberapa anak yang sampai mengalami reaksi alergi yang berlebihan atau efek samping neurologis seperti kejang-kejang, tetapi kasus ini sangat jarang terjadi. Walaupun menimbulkan efek samping, pemberian vaksin pada anak tetap merupakan cara yang lebih baik untuk mencegah berbagai penyakit pada buah hati anda, asalkan vaksin tidak diberikan kepada anak-anak yang memiliki alergi dari komponen vaksin tertentu. Namun, jika anak Anda memperlihatkan reaksi yang dapat mengancam hidup anak anda setelah pemberian vaksin tertentu, dosis lanjutan dari vaksin tersebut jangan diberikan.
Mitos : Autis disebabkan oleh pemberian vaksin pada anak.Fakta : Meskipun banyak kontroversi mengenai topik ini, tapi para peneliti tidak menemukan hubungan yang jelas antara autisme dan pemberian vaksin pada anak-anak. Meskipun tanda-tanda autisme muncul pada waktu yang sama saat anak-anak menerima vaksin tertentu – seperti campak, gondok dan rubela (MMR), tetapi para ahli ini mengungkapkan itu hanya kebetulan semata.
Mitos : Pemberian Vaksin terlalu diniFakta : Pemberian vaksin pada masa anak-anak menawarkan perlindungan untuk buah hati anda dari berbagai penyakit serius bahkan penyakit yang sangat fatal. Vaksinasi terkadang diberikan sesaat setelah kelahiran anak anda. Hal ini penting karena berbagai penyakit ini kemungkinan besar akan terjadi ketika anak anda masih sangat muda dan memiliki resiko komplikasi yang besar. Jika Anda menunda vaksin sampai anak anda mulai beranjak dewasa, anda mungkin sudah terlambat.
Mitos : Anda bisa melewati beberapa vaksin karena masalah pertimbangan keselamatan anak anda.Fakta : Secara umum, melewati beberapa vaksin bukan ide yang baik. Karena hal ini berpotensi menyebabkan anak anda rentan terhadap suatu penyakit serius yang sebenarnya dapat dihindari dengan pemberian vaksin. Untuk beberapa anak yang tidak dapat menerima vaksin tertentu untuk alasan medis atau mereka yang tidak menanggapi tentang vaksin, satu-satunya perlindungan dari penyakit dapat dicegah dengan vaksin adalah menjaga kekebalan buah hati anda dari orang-orang di sekitar anak anda termasuk anda sebagai orang yang terdekat dengan buah hati anda.
Yang terpenting, selalu konsultasikan dengan dokter anak anda kapan saat yang tepat dan vaksin seperti apa yang sesuai dengan kondisi anak anda.
Jelaslah bahwa vaksin adalah satu dari alat terbaik yang kita miliki agar anak sehat, namun keberhasilan dan program imunisasi bergantung pada ketersediaan. Anda bisa mendapatkan vaksin dengan harga murah atau gratis melalui klinik kesehatan masyarakat dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), dan pada kampanye vaksinasi anak (misal pekan imunisasi anak)
Cara Benar untuk Memotong Kuku Bayi
Potong beberapa kali seminggu.
Lakukan setidaknya 2 kali seminggu. Apabila Anda memiliki cukup banyak waktu untuk si kecil, lakukan 2 hari sekali. Jangan gunakan pemotong kuku untuk orang dewasa karena terlalu tajam. Gunakan potongan kuku khusus bayi yang bisa Anda dapatkan di toko peralatan bayi.
Lakukan setidaknya 2 kali seminggu. Apabila Anda memiliki cukup banyak waktu untuk si kecil, lakukan 2 hari sekali. Jangan gunakan pemotong kuku untuk orang dewasa karena terlalu tajam. Gunakan potongan kuku khusus bayi yang bisa Anda dapatkan di toko peralatan bayi.
Potonglah kukunya benar-benar pendek.
Lakukan pemotongan sampai mendekati batas antara kuku dan daging. Hal ini sebaiknya dilakukan karena kuku-kuku mungil tersebut cenderung patah. Tekan bagian jari di bawah kukunya dengan jari Anda ke arah bawah sampai dasar kukunya terlihat jelas untuk memudahkan memotong tanpa melukai kulit kukunya. Lakukan dengan sangat hati-hati!
Lakukan saat si kecil sedang terlelap.
Bayi mudah tertarik perhatiannya pada benda-benda baru, terutama yang Anda pegang: gunting kuku. Karena gunting sangat berbahaya, lakukan pemotongan saat ia tengah tertidur pulas.
Pastikan cahayanya cukup.
Cahaya terang sangat dibutuhkan untuk menghindari kecelakaan saat pemotongan kuku bayi Anda yang masih mungil. Sebaiknya lakukan pula acara potong kuku ini di pagi atau siang hari karena sinar matahari memberikan penerangan yang lebih baik daripada cahaya lampu.
Lakukan pemotongan sampai mendekati batas antara kuku dan daging. Hal ini sebaiknya dilakukan karena kuku-kuku mungil tersebut cenderung patah. Tekan bagian jari di bawah kukunya dengan jari Anda ke arah bawah sampai dasar kukunya terlihat jelas untuk memudahkan memotong tanpa melukai kulit kukunya. Lakukan dengan sangat hati-hati!
Lakukan saat si kecil sedang terlelap.
Bayi mudah tertarik perhatiannya pada benda-benda baru, terutama yang Anda pegang: gunting kuku. Karena gunting sangat berbahaya, lakukan pemotongan saat ia tengah tertidur pulas.
Pastikan cahayanya cukup.
Cahaya terang sangat dibutuhkan untuk menghindari kecelakaan saat pemotongan kuku bayi Anda yang masih mungil. Sebaiknya lakukan pula acara potong kuku ini di pagi atau siang hari karena sinar matahari memberikan penerangan yang lebih baik daripada cahaya lampu.
Menyusui Dapat Mengurangi Risiko Diabetes
Diet dan olahraga memang berpengaruh kuat pada diabetes, namun sedikit orang saja yang menyadari bahwa menyusui juga bisa mengurangi resiko munculnya penyakit di masa depan karena kegiatan tersebut mampu menyisihkan lemak di perut. Para ibu yang menyusui semua anaknya beresiko terkena diabetes lebih kecil dibanding wanita tanpa anak. Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh tim yang sama, ditemukan bahwa menyusui mampu melindungi ibu dari serangan jantung dan stroke di masa depan.
Sunday, 4 December 2011
Stroke dan Jenis-Jenisnya
Stroke adalah kehilangan fungsi otak yang disebabkan oleh terhentinya aliran darah ke area otak. Jika aliran darah berhenti selama lebih dari beberapa detik, sel-sel jaringan otak yang tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen dapat mati dan menyebabkan kerusakan fungsi otak permanen.
Ada dua jenis utama stroke:
1. Stroke iskemik
Stroke iskemik terjadi bila pembuluh darah yang memasok darah ke otak tersumbat. Jenis stroke ini yang paling umum (hampir 90% stroke adalah iskemik).
Kondisi yang mendasari stroke iskemik adalah penumpukan lemak yang melapisi dinding pembuluh darah (disebut aterosklerosis). Kolesterol, homocysteine dan zat lainnya dapat melekat pada dinding arteri, membentuk zat lengket yang disebut plak. Seiring waktu, plak menumpuk. Hal ini sering membuat darah sulit mengalir dengan baik dan menyebabkan bekuan darah (trombus).
Stroke iskemik dibedakan berdasarkan penyebab sumbatan arteri:
- Stroke trombotik. Sumbatan disebabkan trombus yang berkembang di dalam arteri otak yang sudah sangat sempit.
- Stroke embolik. Sumbatan disebabkan trombus, gelembung udara atau pecahan lemak (emboli) yang terbentuk di bagian tubuh lain seperti jantung dan pembuluh aorta di dada dan leher, yang terbawa aliran darah ke otak. Kelainan jantung yang disebut fibrilasi atrium dapat menciptakan kondisi di mana trombus yang terbentuk di jantung terpompa dan beredar menuju otak.
2. Stroke hemoragik.
Stroke hemoragik disebabkan oleh pembuluh darah yang bocor atau pecah di dalam atau di sekitar otak sehingga menghentikan suplai darah ke jaringan otak yang dituju. Selain itu, darah membanjiri dan memampatkan jaringan otak sekitarnya sehingga mengganggu atau mematikan fungsinya.
Dua jenis stroke hemoragik:
- Perdarahan intraserebral. Perdarahan intraserebral adalah perdarahan di dalam otak yang disebabkan oleh trauma (cedera otak) atau kelainan pembuluh darah (aneurisma atau angioma). Jika tidak disebabkan oleh salah satu kondisi tersebut, paling sering disebabkan oleh tekanan darah tinggi kronis. Perdarahan intraserebral menyumbang sekitar 10% dari semua stroke, tetapi memiliki persentase tertinggi penyebab kematian akibat stroke.
- Perdarahan subarachnoid. Perdarahan subarachnoid adalah perdarahan dalam ruang subarachnoid, ruang di antara lapisan dalam (Pia mater) dan lapisan tengah (arachnoid mater) dari jaringan selaput otak (meninges). Penyebab paling umum adalah pecahnya tonjolan (aneurisma) dalam arteri. Perdarahan subarachnoid adalah kedaruratan medis serius yang dapat menyebabkan cacat permanen atau kematian. Stroke ini juga satu-satunya jenis stroke yang lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria.http://gayahidupsehatalami.blogspot.com/2011/12/stroke-dan-jenis-jenisnya.htmlhttp://gayahidupsehatalami.blogspot.com/2011/12/stroke-dan-jenis-jenisnya.html
Medical Check UP
Bila Anda berusia di atas 35 tahun dan akan membeli asuransi yang bernilai pertanggungan besar, Anda mungkin disyaratkan untuk melakukan medical checkup. Bila Anda bekerja di perusahaan, Anda juga mungkin mendapatkan fasilitas dari kantor untuk melakukan medical checkup. Banyak perusahaan besar yang bahkan mewajibkan para eksekutifnya untuk melakukan medical checkup setiap tahun. Namun, siapa pun Anda, bila Anda sudah berusia di atas 35 atau bahkan 40 tahun, sangat disarankan bagi Anda untuk melakukan medical checkup secara rutin.
Apakah medical checkup?
Medical checkup adalah pemeriksaan kesehatan yang bertujuan untuk mengetahui status kesehatan Anda, bukan untuk mendiagnosis gejala atau mengobati penyakit.Medical checkup mencakup serangkaian wawancara dan pemeriksaan kesehatan. Jenis-jenis dan lingkup pemeriksaan kesehatan dalam medical checkup bervariasi, tergantung keperluan dan permintaannya. Pada umumnya medical checkup bertujuan untuk mendeteksi secara dini bila ada masalah kesehatan tersembunyi yang belum menunjukkan gejala, terutamapenyakit-penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal, penyakit liver dan diabetes mellitus. Selain mendeteksi dini penyakit, medical checkup juga menentukan tingkat kebugaran dan kesehatan umum.
Prosedur Medical Checkup
Medical checkup dapat dilakukan oleh internis atau dokter umum yang berkualifikasi melakukannya. Prosedurnya dapat meliputi beberapa langkah berikut:
- Wawancara riwayat kesehatan. Dokter akan menanyakan kondisi umum, penyakit dan operasi yang pernah Anda jalani atau obat-obatan yang diambil. Dia juga menanyai gaya hidup Anda, seperti apakah Anda merokok, pola makan Anda, apakah Anda teratur berolahraga dan lainnya. Dia juga akan menanyakan apakah ada penyakit tertentu yang menurun di keluarga Anda, seperti diabetes melitus, serangan jantung atau kanker.
- Pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan diagnosis lebih lanjut untuk menentukan kesehatan umum, misalnya: pengukuran tekanan darah, detak jantung, denyut nadi, pemeriksaan pernapasan, kulit, abdomen, leher, kelenjar getah bening dan refleks saraf. Dengan cara ini dokter dapat menemukan, misalnya, bila ada tanda-tanda penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) danhipertensi. Dokter juga perlu mengukur tinggi dan berat badan untuk menghitung indeks massa tubuh. Indeks masa tubuh di atas normal meningkatkan risiko berbagai penyakit.
- Pemeriksaan pendukung. Dokter akan merujuk Anda untuk mendapatkan tes darah dan tes urin rutin di laboratorium. Pemeriksaan darah dan urin terutama untuk mengidentifikasi kemungkinan gangguan metabolik (misalnya diabetes melitus) atau penyakit ginjal. Untuk tujuan ini, dokter perlu mengetahui tingkat glukosa darah dan lipid darah (misalnya trigliserida dan kolesterol). Untuk mengukur tingkat kebugaran dan kesehatan jantung Anda, dokter bisa meminta Anda mengikuti pemeriksaan dengan threadmill.
- Wawancara akhir. Dalam wawancara akhir, dokter membahas hasil-hasil medical check up dengan Anda dan langkah-langkah berikutnya. Dia akan menyusun profil risiko Anda untuk penyakit kardiovaskular dan penyakit lainnya dan memberikan saran-saran untuk meningkatkan tingkat kesehatan dan kebugaran Anda. Pemeriksaan lebih lanjut (mungkin oleh dokter rujukan), misalnya pemeriksaan EKG untuk penyakit jantung, hanya perlu dilakukan jika ada kecurigaan penyakit. Bila tingkat kesehatan Anda secara umum baik, medical check up berikutnya bisa Anda lakukan dua tahun kemudian.http://gayahidupsehatalami.blogspot.com/2011/12/medical-check-up.htmlhttp://gayahidupsehatalami.blogspot.com/2011/12/medical-check-up.html
3 Obat Alami untuk Diabetes
Brotowali (Tinaspora Crispa)
Pare/Paria (Momordica charantia)
Cara tradisional mengkonsumsi pare sebagai jamu adalah dengan memerasnya sebagai jus. Seperti brotowali, rasanya pahit sekali. Berhati-hati jangan terlalu banyak mengkonsumsi pare, karena dapat menyebabkan sakit perut dan diare. Minum dalam porsi sedikit, misalnya setengah gelas, namun teratur lebih baik bagi kesehatan. Selain itu, penderita diabetes yang mengkonsumsi obat hipoglikemik (seperti klorpropamid, glyburide, atau phenformin) atau insulin juga harus berhati-hati mengkonsumsi pare, karena dapat memperkuat efektivitas obat sehingga menyebabkan hipoglikemia berat.
Gymnema Sylvestre
Ekstrak tanaman ini dapat menjadi pengganti yang sangat baik untuk obat penurun gula darah karena membantu pankreas memproduksi insulin pada diabetes tipe 2 (di mana tubuh penderita memproduksi terlalu sedikit insulin atau tidak mampu menggunakan insulin secara efisien). Gymnema juga meningkatkan kemampuan mengendalikan kadar gula darah pada diabetes tipe 1 dengan cara memperbaiki sel beta pankreas dan merangsang pembentukan insulin.http://gayahidupsehatalami.blogspot.com/2011/12/3-obat-alami-untuk-diabetes.htmlhttp://gayahidupsehatalami.blogspot.com/2011/12/3-obat-alami-untuk-diabetes.html










