This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Perawatan Bayi. Show all posts
Showing posts with label Perawatan Bayi. Show all posts

Monday, 5 December 2011

Cara Asuh anak Balita 1 - 3 Tahun


Mungkin tidak semudah menghitung angka tetapi ada beberapa cara untuk membuat pengasuhan balita kurang stres dan lebih menyenangkan dan menyenangkan. Memelihara seorang anak di nya tahap ini adalah salah satu tahapan paling penting dari hidupnya. Jika dilakukan tidak tepat dapat memiliki efek sadar kepada anak tersebut sepanjang hidupnya. Mengasuh anak Balita adalah budidaya dan mengurus anak dari usia 1 – 3 tahun. Orang tua merawat anak-anak usia ini kewalahan oleh kekhawatiran karena fase ini adalah salah satu faktor mendefinisikan jika anak itu normal atau tidak.
Salah satu indikasi jika anak sehat adalah melalui keterampilan motorik dan keterampilan sensorik. Keterampilan motorik adalah kegiatan fisik dan keterampilan sensorik indranya. Selama fase ini, berjalan dan gerakan yang diprakarsai sendiri menjadi mudah. Satu hal yang sangat frustasi dalam mengasuh anak balita adalah potty training. Ini adalah fakta tertentu tentang toilet training. Pelatihan toilet adalah salah satu tugas yang paling penting dari balita dan pematangan fisik harus dicapai sebelum pelatihan adalah mungkin, juga pendekatan dan sikap orang tua memainkan peran penting. Kontrol usus berkembang sebelum kontrol kandung kemih. Ingat, usus siang hari dan kontrol kandung kemih dicapai selama tahun usia 2 dan kontrol malam hari dengan 3-4 tahun usia, jika tugas ini tidak dilakukan oleh anak itu, pergi ke dokter anak Anda untuk meminta nasihat.
Anak-anak memiliki perbedaan individu, beberapa dapat bicara lebih dulu sebelum berjalan dan sebaliknya tetapi ketika datang ke potty training di sini adalah beberapa tanda-tanda bahwa anak Anda secara psikologis siap untuk menggunakan toilet, anak dapat tetap kering selama dua jam dan bangun dari tidur siang kering, dia bisa duduk, jongkok, berjalan dan menghapus pakaian sendiri, ia mengakui keinginan untuk buang air besar atau buang air kecil dan akhirnya anak mengungkapkan keinginan untuk menyenangkan orangtua. Satu catatan penting, pendekatan otoriter selama pelatihan toilet bisa membuat anak Anda individu obsesif-kompulsif di kemudian hari dan keringanan hukuman terlalu banyak dapat mengubah dia ke anti-sosial, jadi pastikan untuk melatih anak Anda di suatu tempat di wilayah abu-abu.
Dalam pengasuhan anak, aspek sosial anak harus diberikan penting. Ambil tua catatan, selama tahun-tahun balita anak bermain bersama anak-anak lain tetapi tidak w / sama lain-ini adalah apa yang Anda sebut paralel bermain dan memainkan sebagian besar bebas dan spontan, tidak ada aturan atau peraturan. Dan tentu saja, kita semua melihat bahwa rentang perhatian masih sangat pendek dan perubahan mainan terjadi pada interval yang sering. Dalam memahami ketakutan orangtua balita sangat penting dan begitu juga penanganan aspek komunikasi. Salah satu ketakutan terbesar balita adalah kecemasan pemisahan, yang lain adalah suara keras seperti vacuum cleaner atau kebakaran bekerja, tidur juga dapat menakut-nakuti kebanyakan balita.
Dukungan emosional, kenyamanan, dan penjelasan yang sederhana dapat membantu menghilangkan ketakutan balita. Dalam setiap hal kejadian stres, kehadiran orang tua atau orang tua dapat membantu anak itu. Tentu saja, orangtua balita tidak lengkap tanpa membahas keselamatan anak. Sejak balita penjelajah besar, pengawasan ketat adalah suatu keharusan. Jangan pernah meninggalkan anak sendirian di bak mandi atau di kolam renang, pastikan untuk tidak memiliki obat-obatan dan produk rumah tangga beracun tergeletak di sekitar rumah. Dan dalam setiap peristiwa keracunan, memiliki botol ipecac hadir pada setiap saat dan memanggil otoritas yang tepat untuk bantuan segera.
Mengasuh balita harus tahu bahwa selama tahap ini menurut Erickson, master seorang psikolog-ini adalah tahap di mana anak ingin mengembangkan kemandirian dan otonomi tetapi jika mereka berpegang pada bantal favorit mereka atau selimut, itu normal, karena kedua untuk berpegangan pada orang tua mereka, balita berpegang pada hal-hal yang akrab ketika mereka stres. Mengasuh balita ini tidak sesulit hanya memiliki bantal favorit berguna dalam keadaan darurat.

Pemberian Vaksin Terhadap Anak


Vaksinasi adalah pemberian vaksin kedalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut.
gambar pemberian faksin pada anak
Sejak pemberian vaksinasi secara luas di Amerika Serikat, jumlah kasus penyakit pada anak seperti campak dan pertusis (batuk rejan/batuk seratus hari) turun hingga 95% lebih. Imunisasi telah melindungi anak-anak dari penyakit mematikan dan telah menyelamatkan ribuan nyawa. Saat ini beberapa penyakit sangat jarang timbul sehingga para orang tua kadang mempertanyakan apakah vaksinasi masih diperlukan.

imunisasi Apa yang terjadi pada tubuh dengan
Vaksin bekerja dengan mempersiapkan tubuh anak anda untuk memerangi penyakit. Setiap suntikan imunisasi yang diberikan mengandung kuman mati atau yang dilemahkan, atau bagian darinya, yang menyebabkan penyakit tertentu. Tubuh anak anda akan dilatih untuk memerangi penyakit dengan membuat antibodi yang mengenali bagian-bagian kuman secara spesifik. Kemudian akan timbul respon tubuh yang menetap atau dalam jangka panjang. Jadi, ketika anak terpapar pada penyakit yang sebenarnya, antibodi telah siap pada tempatnya dan tubuh tahu cara memeranginya sehingga anak tidak jatuh sakit. Inilah yang disebut sebagai imunitas (ketahanan tubuh terhadap penyakit tertentu).
Tetapi akhir-akhir ini semakin banyak beredar mitos dikalangan masyarakat tentang dampak buruk vaksinasi bagi kesehatan buah hati kita. Benarkah demikian? Berikut beberapa fakta
Fakta : Pemberian vaksin di masa anak-anak memberikan perlindungan lebih dari berbagai penyakit yang sangat serius, seperti difteri, campak, meningitis, polio, tetanus dan batuk rejan. Jika buah hati anda terserang penyakit tersebut tetapi tidak berdampak buruk atau bahkan tidak mengalami penyakit tersebut setelah pemberian vaksinasi, itu pertanda vaksin tersebut telah bekerja dengan baik. Akan tetapi jika tingkat imun anak anda sedang drop saat vaksinasi, maka penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, justru akan menjadi ancaman bagi kesehatan buah hati anda.
Mitos   : Efek samping vaksin sangat berbahaya
Fakta : Ada beberapa jenis vaksin yang dapat menyebabkan efek samping. Biasanya efek samping yang ditimbulkan berupa demam ringan, nyeri, kemerahan dan bengkak di tempat suntikan. Tapi ada beberapa vaksin juga yang bisa menyebabkan sakit kepala, pusing, lelah, dan kehilangan nafsu makan. Bahkan ada beberapa anak yang sampai mengalami reaksi alergi yang berlebihan atau efek samping neurologis seperti kejang-kejang, tetapi kasus ini sangat jarang terjadi. Walaupun menimbulkan efek samping, pemberian vaksin pada anak tetap merupakan cara yang lebih baik untuk mencegah berbagai penyakit pada buah hati anda, asalkan vaksin tidak diberikan kepada anak-anak yang memiliki alergi dari komponen vaksin tertentu. Namun, jika anak Anda memperlihatkan reaksi yang dapat mengancam hidup anak anda setelah pemberian vaksin tertentu, dosis lanjutan dari vaksin tersebut jangan diberikan.
Mitos  : Autis disebabkan oleh pemberian vaksin pada anak.
Fakta : Meskipun banyak kontroversi mengenai topik ini, tapi para peneliti tidak menemukan hubungan yang jelas antara autisme dan pemberian vaksin pada anak-anak. Meskipun tanda-tanda autisme muncul pada waktu yang sama saat anak-anak menerima vaksin tertentu – seperti campak, gondok dan rubela (MMR), tetapi para ahli ini mengungkapkan itu hanya kebetulan semata.
Mitos  : Pemberian Vaksin terlalu dini
Fakta : Pemberian vaksin pada masa anak-anak menawarkan perlindungan untuk buah hati anda dari berbagai penyakit serius bahkan penyakit yang sangat fatal. Vaksinasi terkadang diberikan sesaat setelah kelahiran anak anda. Hal ini penting karena berbagai penyakit ini kemungkinan besar akan terjadi ketika anak anda masih sangat muda dan memiliki resiko komplikasi yang besar. Jika Anda menunda vaksin sampai anak anda mulai beranjak dewasa, anda mungkin sudah terlambat.
Mitos  : Anda bisa melewati beberapa vaksin karena masalah pertimbangan keselamatan anak anda.
Fakta : Secara umum, melewati beberapa vaksin bukan ide yang baik. Karena hal ini berpotensi menyebabkan anak anda rentan terhadap suatu penyakit serius yang sebenarnya dapat dihindari dengan pemberian vaksin. Untuk beberapa anak yang tidak dapat menerima vaksin tertentu untuk alasan medis atau mereka yang tidak menanggapi tentang vaksin,  satu-satunya perlindungan dari penyakit dapat dicegah dengan vaksin adalah menjaga kekebalan buah hati anda dari orang-orang di sekitar anak anda termasuk anda sebagai orang yang terdekat dengan buah hati anda.
Yang terpenting, selalu konsultasikan dengan dokter anak anda kapan saat yang tepat dan vaksin seperti apa yang sesuai dengan kondisi anak anda.
Jelaslah bahwa vaksin adalah satu dari alat terbaik yang kita miliki agar anak sehat, namun keberhasilan dan program imunisasi bergantung pada ketersediaan. Anda bisa mendapatkan vaksin dengan harga murah atau gratis melalui klinik kesehatan masyarakat dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), dan pada kampanye vaksinasi anak (misal pekan imunisasi anak)

Cara Benar untuk Memotong Kuku Bayi


Jika Anda tidak mau wajah bayi Anda luka-luka, Anda harus memberanikan diri untuk memotong kukunya.  Kuku bayi walaupun lunak tapi memang cepat sekali tumbuhnya. Padahal, bayi tak bisa mengontrol gerakannya sendiri pada bulan-bulan awal kelahirannya. Apa yang terjadi? Banyak luka bekas cakaran, terutama di muka mereka. Potonglah kuku bayi Anda yang sudah berumur lebih dari 3 minggu jika tak ingin hal itu terjadi. Memotong kuku bayi butuh keberanian dan kesabaran tersendiri. Menghadapkan kuku bayi mungil kita ke gunting bisa membuat tak tega untuk melakukannya, namun mau tidak mau kita harus memotongnya.
Potong beberapa kali seminggu.
Lakukan setidaknya 2 kali seminggu. Apabila Anda memiliki cukup banyak waktu untuk si kecil, lakukan 2 hari sekali. Jangan gunakan pemotong kuku untuk orang dewasa karena terlalu tajam. Gunakan potongan kuku khusus bayi yang bisa Anda dapatkan di toko peralatan bayi.
Potonglah kukunya benar-benar pendek.
Lakukan pemotongan sampai mendekati batas antara kuku dan daging. Hal ini sebaiknya dilakukan karena kuku-kuku mungil tersebut cenderung patah. Tekan bagian jari di bawah kukunya dengan jari Anda ke arah bawah sampai dasar kukunya terlihat jelas untuk memudahkan memotong tanpa melukai kulit kukunya. Lakukan dengan sangat hati-hati!

Lakukan saat si kecil sedang terlelap.

Bayi mudah tertarik perhatiannya pada benda-benda baru, terutama yang Anda pegang: gunting kuku. Karena gunting sangat berbahaya, lakukan pemotongan saat ia tengah tertidur pulas.

Pastikan cahayanya cukup.

Cahaya terang sangat dibutuhkan untuk menghindari kecelakaan saat pemotongan kuku bayi Anda yang masih mungil. Sebaiknya lakukan pula acara potong kuku ini di pagi atau siang hari karena sinar matahari memberikan penerangan yang lebih baik daripada cahaya lampu.